Dorong Percepatan Oplah 2026, BPLIP Palembang Gelar Rakor di BBRMP Bangka Belitung
Pangkalpinang, 13 April 2026 — Balai Pengelolaan Lahan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) Kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula BBRMP Bangka Belitung.
Kegiatan ini dihadiri oleh BBRMP Bangka Belitung yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Zikril Hidayat, S.Pt., M.Si, Kepala BPLIP Kelas I Palembang Dr. Yong Farmanta, SP., M.Si, Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung, serta perwakilan Dinas terkait tingkat Provinsi dan Kabupaten. Turut hadir pula unsur TNI, penyuluh pertanian, penanggung jawab Oplah, serta pihak penyedia jasa pendukung kegiatan.
Dalam arahannya, Kabag Tata Usaha BBRMP Bangka Belitung, Zikril Hidayat, S.Pt., M.Si menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta menetapkan progres dan kesepakatan pelaksanaan Oplah Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa program optimasi lahan diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala yang perlu diatasi, baik dari aspek teknis seperti kondisi lahan yang belum optimal, maupun nonteknis seperti keterbatasan sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Palembang, Dr. Yong Farmanta, menjelaskan bahwa pihak penyedia akan mempresentasikan hasil Survey, Investigation, and Design (SID) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan Oplah 2026. Ia juga menambahkan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) akan melakukan verifikasi akhir terhadap kegiatan tersebut. BPLIP berkomitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan program, baik melalui penyediaan anggaran, sarana dan prasarana, hingga dukungan teknologi seperti drone beserta operatornya apabila diperlukan.
Rakor dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan seluruh peserta guna membahas langkah strategis, sinkronisasi data, serta penyelesaian berbagai kendala di lapangan. Diharapkan melalui koordinasi yang intensif ini, pelaksanaan Oplah 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan indeks pertanaman di Bangka Belitung.